"Secara etika nalar orang Bali itu, Sudikerta nyaleg tidak etis," ujar Politisi Golkar di DPR RI, Sumarjaya Linggih dalam keterangan tertulis yang diterima, Jumat (6/7).
Sumarjaya menyebut Sudikerta lebih baik melakukan introspeksi soal kegagalannya memenangkan pilkada. Jangan sampai niatan nyaleg itu justru mengesankan dia ambisi terhadap kekuasaan.
Menurutnya, daripada menjalankan ambisi menjadi caleg tentu lebih baik Sudikerta memberikan kesempatan itu kepada kader partai lain, yang sudah membantunya dalam pertarungan Pilkada lalu.
"Kalau Sudikerta maju caleg dianggap membersarkan partai, maka bantulah kader yang sudah susah payah berjuang keluarkan tenaga dan materi. Sekarang calon eksekutif yang bantu calon legislatif," jelasnya.
Meski begitu, ia membantah bahwa alasan tidak etis bagi Sudikerta untuk nyaleg merupakan alasan kader partai yang takut bersaing dalam Pemilu 2019.
"Kita sudah agung-agungkan dia saat Pilgub, lalu kenapa dianggap menjadi saingan. Itu kan sangat manusiawi kalau ada rasa dan anggapan tidak etis, jadi jangan dibalikkan ada yang takut bersaing," tukasnya.
[fiq]
BERITA TERKAIT: