Padahal, sambung Karyono mundurnya Yudi tidak pantas untuk ditebak-tebak apalagi dibuat menjadi kontoversi yang mengarah kepada kepentingan politik.
"Mundurnya Yudi Latif ini telah menimbulkan kontroversi dan polemik berkepanjangan, parahnya lagi hal ini malah dijadikan spekulasi liar dan bahkan ditunggangi kepentingan politik hingga cenderung membangun wacana yang sentimentil dan sinisme kepada pemerintah," ujar Karyono kepada
Kantor Berita Politik RMOL melalui pesan singkat, Selasa (12/6).
Karyono menilai mundurnya Yudi bikan menjadi hambatan keberlangsungan BPIP.
Ia menyarankan agar pemerintah tetap memperhatikan BPIP sebagai suatu lembaga yang dibutuhkan negara.
"Menurut saya BPIP sangat dibutuhkan oleh negara ditengah menguatnya radikalisme-ekstrimisme, untuk itu pemerintah harus serius, jangan sampai hak keuangan dan fasilitas BPIP diabaikan," pungkasnya.
[nes]
BERITA TERKAIT: