"Waktu itu Pak Harto ingin Komite Reformasi dibentuk," kata RR biasa disapa saat mengisahkan peristiwa reformasi 98 di Gedung Joang 45, Menteng, Jakarta, Senin, (21/5).
Saat itu, sambung RR, tokoh-tokoh seperti Gus Dur dan Emha Ainun Najib setuju atas usul Soeharto tersebut. Hanya satu orang yang tidak setuju yakni Nurcholish Madjid.
"Ucapan Nurcholish Madjid terkenal bilang Pak Harto ‘
wes wareg’ (sudah kenyang) Pak Harto marah dan bilang '
aku ndak patean' (aku sudah tidak ingin lagi)," ulas RR.
Sebenarnya sewaktu Sidang Umum MPR bulan Maret 1998, Soeharto sudah berkeberatan untuk dipilih lagi sebagai presiden. Namun karena dorongan sekelilingnya, Soeharto menjabat kembali ketujuh kalinya.
"Saya minta ucapan Nurcholish Madjid yang pantas dikutip. Ucapan Soeharto juga menjadi headline di beberapa media. Tumben saat itu media berani nulis? Biasanya nggak berani," seloroh RR.
[wid]
BERITA TERKAIT: