Hal itu ditandai dengan maraknya pejabat dan kepala daerah hasil demokrasi yang terperangkap kasus korupsi.
“Demokrasi kriminal menghasilkan kemakmuran buat elite, bukan kemakmuran buat bangsa. Ini bukti bahwa reformasi gagal membawa mayoritas rakyat kita makmur,†ujar Rizal di Gedung Joang 45, Menteng, Jakarta, (21/5).
Terlebih sambung dia, dengan adanya demokrasi kriminal dan ekonomi neoliberal sebagai pintu masuk neokolim bangsa ini semakin rusak.
Partai politik yang ada saat ini, menurutnya juga tidak berjalan fungsinya dalam mencari kader bangsa yang berkualitas.
“Yang ada sekarang merampok secara bersama-sama,†tegasnya.
Ia bberharap agar sistem ini harus segera diperbaiki jika Indonesia ingin selamat. Menurut pria yang sudah mendeklarasikan diri sebagai capres alternatif itu, sistem yang ada saat inui sudah merubah orang baik menjadi buruk.
“Siapapun orang baik, yang masuk sistem demokrasi ini jadi rusak,†pungkasnya.
[fiq]
BERITA TERKAIT: