Keluhan itu sebagaimana disampaikan pengendara becak Subang kepada politisi PDIP Maruarar Sirait saat reses di halaman Kantor Kelurahan Karanganyar, Subang, Jawa Barat, Minggu (13/5).
Seorang tukang besak bernama Asep menyebut bahwa puluhan tukang di kelurahan ini menggantungkan hidup hanya dengan mengandalkan becak.
"Kami sudah sampaikan keluhan kami, semoga ke depan ada solusi. Kita juga minta dibuatkan koperasi, dan Bang Ara (Maruarar) katanya mau membuatkannya, ini tentunya akan membuat kami ada masa depan," kata Ade sebagaimana keterangan tertulis yang diterima, Senin (14/5).
Sementara itu, Maruarar mengatakan bahwa ada sekitar 50 tukang becak yang ingin dibuatkan koperasi. Sebelum mengamini, dia meminta kepada para tukang becak untuk bersedia menjadi pengurus dan pengawas koperasi.
“Mereka siap, tentunya koperasi sebagai soko guru Indonesia itu harus dijalankan dan itu kewajiban saya sebagai anggota DPR RI untuk membantu. Mereka menyatakan sudah siap, maka saya bantu,†katanya.
Ara kemudian memberikan bantuan Rp 20 juta untuk pembuatan koperasi tukang becak. Setelah dibantu, Ara berharap para tukang becak ini bisa menjalankan koperasinya dengan baik.
"Saya bantu Rp 20 juta sebagai modal koperasi itu. Namanya koperasi harus ada iuran anggota dan tadi kita telah sepakat, masing-masing anggota Rp 5.000. Tentunya itu tidak berat," katanya.
Selain bertemu tukang becak, dalam melakukan reses di Subang, Ara juga menghadiri acara Gelar Gempung Tarung yang dilaksanakan TMP dan Sanggar Soca Niskala Sunda atau lebih dikenal Sanggar Nay Sunda di Lapangan Dolog, Subang, serta kegiatan lainnya.
[ian]
BERITA TERKAIT: