Pekerjaan ini ia lakoni untuk membantu ibunya yang hanya penjahit.
"Sewaktu saya jadi penjual rokok di pelabuhan, itu buruh-buruh belinya rokok ketengan dan ngutang lagi,†kata OSO saat Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Dinas PU Pemprov Riau, Pekanbaru, Selasa (8/5).
Pernah ia ditempeleng ketika menagih utang ke mereka.
Kerasnya kehidupan di pelabuhan itu terpaksa dijalaninya demi mendapat kehidupan yang lebih baik.
"Saya saat itu sering menangis, tapi menangis itu tidak menyelesaikan masalah," ungkap dia.
Sejak usia delapan tahun, OSO sudah ditinggal wafat ayahnya. Untuk menopang ekonomi keluarganya, OSO kecil terpaksa ikut membanting tulang.
"Akhirnya dari hasil itu saya bisa belikan kain baru buat ibu saya, betapa bahagianya saat itu. Kalian harus mengabdi pada ibu, itu kunci sukses," tandasnya.
[wid]
BERITA TERKAIT: