Namun, ia menekankan bahwa setiap bantuan harus diberikan secara ikhlas serta melalui mekanisme dan prosedur yang jelas agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.
Penegasan tersebut disampaikan Prabowo saat memimpin rapat koordinasi penanganan bencana di Aceh Tamiang, Kamis, 1 Desember 2025.
Menurutnya, bantuan yang datang dengan niat tulus akan sangat membantu upaya pemerintah dalam meringankan beban masyarakat terdampak bencana.
“Jadi tadi saya sampaikan kepada pihak yang memberi sumbangan silakan, monggo. Bikin surat, saya ingin menyumbang ini nanti kita dilaporkan ke pemerintah pusat nanti kita yang akan salurkan,” ujar Prabowo.
Prabowo menjelaskan, bantuan dapat disalurkan melalui mekanisme yang ditetapkan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.
Ia membuka kemungkinan dibukanya rekening khusus dana bantuan pascabencana oleh pemerintah daerah agar penyaluran bantuan berjalan transparan dan tertib.
“Kita kalau bantuan ikhlas dan tulus dan nanti kita serahkan nanti mekanisme kita serahkan mungkin apakah nanti Gubernur Provinsi Aceh, Sumatera Barat Sumatera Utara mungkin membuka rekening apa gitu kan mungkin dana bantuan pascabencana dibuka yang mau kirim langsung silakan, dari dalam negeri memberi sumbangan silakan ya kan,” katanya.
Meski demikian, Prabowo menegaskan bahwa pemerintah tetap berhati-hati dalam menerima bantuan. Pengalaman sebelumnya menunjukkan adanya bantuan yang pada akhirnya disertai tuntutan tertentu.
“Kita tidak menolak bantuan hanya mekanisme dan prosedurnya harus jelas ya kan dan harus ikhlas karena kita mengalami, pernah dibantu-dibantu akhirnya ujungnya ada juga ya kan yang menagih,” tegas Prabowo.
Kendati demikian, Presiden menekankan pentingnya tetap berpikir positif dan fokus pada langkah cepat untuk membantu masyarakat yang sedang mengalami kesulitan akibat bencana.
“Tapi kita harus berpikir positif yang penting kita secepatnya bekerja untuk meringankan penderitaan rakyat kita, di manapun itu tujuan kita,” pungkasnya.
BERITA TERKAIT: