Sejauh ini baru dua nama yang kemungkinan besar maju sebagai calon presiden, yaitu Joko Widodo selaku incumbent dengan dukungan koalisi besar dan Prabowo Subianto yang diusung Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Jokowi dan Prabowo akan terlibat "rematch" seperti Pilpres 2014.
Memang beberapa lembaga survei menelurkan nama-nama lain yang potensial untuk bertanding. Sebut saja mantan Panglima TNI, Gatot Nurmatyo; Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY); dan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.
Namun, Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah, punya pandangan lain. Ia yakin nama baru dan kejutan akan muncul ketika Komisi Pemilihan Umum (KPU) sudah membuka pendaftaran capres-cawapres.
"Soal Pilpres 2019, saya perkirakan akan muncul calon yang tidak pernah diketahui dari nama-nama yang muncul sekarang," ujar Fahri di kawasan Senayan, Jakarta, Kamis (19/4).
Bahkan, ia memprediksi nama kejutan itu akan muncul pada menit-menit akhir di hari terakhir pendaftaran capres-cawapres.
"Calon tersebut akan muncul tanggal 10 Agustus 2018 pukul 23.55 tengah malam," ucap Fahri.
KPU membuka pendaftaran calon presiden dan wakil presiden sepanjang 4-10 Agustus 2018 dan menetapkan masa kampanye pada periode 23 September 2018-13 April 2019. Sedangkan pemungutan suara dilakukan pada 17 April 2019.
[ald]
BERITA TERKAIT: