Pembicara pertama yang merupakan Anggota PPMI 98 Syahganda Nainggolan dengan tegas menuding bahwa Perpres yang diduga memfasilitasi masuknya tenaga kerja asing itu sama sekali tidak mencerminkan perlindungan tenaga kerja lokal.
Syahganda menyebut untuk apa kemudian pemerintah mempermudah masuknya tenaga kerja asing di saat banyak anak bangsa yang menganggur.
Catatan Syahganda, setiap tahun ada angka 2,6 juta angkatan kerja baru di Indonesia. Dari angka tersebut, yang terserap sebagai tenaga kerja hanyalah 1,1 juta.
Suasana semakin memanas dengan penuh sesak dengan peserta ketika Syahganda memberikan statemen penutup untuk mendesak pemerintah mencabut Perpres 20/2018 tersebut.
"2019 ganti presiden, presiden tidak becus menjaga tenaga kerja, presiden sudah enggak benar," teriak peserta diskusi dengan sahut menyahut.
Lebih dari itu, peserta diskusi juga tampak ada yang menunjukkan kaos bertagar #2019GantiPresiden. Bahkan, ada teriakan untuk Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto sebagai presiden 2019.
"Gerindra jaya, Prabowo presidenku," teriak lantang seorang ibu berkemeja putih yang disambut tepuk tangan hadirin lainnya.
[rus]
BERITA TERKAIT: