Anggota DPRD NTT Fraksi PAN, Ismail Jusup Samau menjelaskan bahwa ekonomi kerakyatan bisa menghindarkan rakyat Indonesia menjadi jongos di negeri sendiri. Sebab, kekayaan negara ini hanya akan dimiliki segelintir orang saja
Dijelaskannya, di dalam kajian ekonomi, negara kita sudah terlanjur menjalankan sistim ekonomi kapitalisme. Sehingga dalam membangun, bangsa ini selalu menumpukan harapan dari utang luar negeri.
"Utang kita (negara Indonesia) saat ini sudah Rp 4.000 triliun. Menyongsong Asia Pacific Economic Cooperation (APEC) 2020 nanti, jika perekonomian kita dengan utang yang besar dan begini-begini terus, bisa dipastikan kita akan mengalami guncangan yang hebat," ujarnya sebagaimana keterangan tertulis yang diterima redaksi, Sabtu (14/4).
Utang luar negeri, kata Ismail, bisa membuat Indonesia tersandera dan terpaksa menyerahkan segala yang dimiliki.
“Seperti kisah Siti Nurbaya yang terpaksa dijodohkan kepada seorang tua bernama Datuk Maringgih, karena orang tuanya terbelit utang,†analoginya.
Untuk itu, dia berharap ekonomi kerakyatan segera diwujudkan. Setidaknya, bangsa ini mulai mengelola bahan mentah hasil kekayaan alam menjadi barang jadi siap ekspor.
“Kalau hasil kekayaan alam tidak kita yang kelola sendiri maka kita akan menjadi jongos," pungkasnya.
[ian]
BERITA TERKAIT: