Hal tersebut disampaikan analis kebijakan publik Muhammad Said Didu dalam cuitannya di media sosial X, yang diposting pada Selasa, 31 Maret 2026.
Dia mulanya menyampaikan perspektif yang mengemuka di publik mengenai sikap Presiden Prabowo terkait perang AS-Israel dengan Iran.
“Apakah betul info yang beredar, bahwa sikap Presiden saat ini terhadap perang Iran vs AS+Israel karena Presiden takut sama Trump dan Netanyahu ?” tanya Didu dikutip redaksi pada Rabu, 1 April 2026.
Dia menyebutkan sejumlah perspektif yang membuat ragu publik terhadap kemandirian pemerintahan Presiden Prabowo di tengah kecamuk global ini.
“Tanda keraguan sikap tersebut antara lain terlambat ucapkan duka cita atas terbunuhnya Ali Khamenei, tidak berani komunikasi dengan Pimpinan tertinggi Iran untuk bebaskan kapal tanker Indonesia melewati selat Hormuz seperti yang dilakukan oleh PM Malaysia dan negara lain,” urai Didu.
“Dan ketiga belum adanya ucapan duka cita atas gugurnya prajurit Indonesia sebagai pasukan PBB yang diserang oleh Israel,” sambungnya.
Oleh karena perspektif yang berkembang tersebut, mantan Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu menyampaikan keinginannya kepada Presiden Prabowo, agar menunjukan sikap yang tegas terkait persoalan ini.
“Kami berharap agar Bapak Presiden bisa kembali berdiri tegak sebagai pemimpin negara besar Indonesia,” demikian Didu menutup.
BERITA TERKAIT: