Menurutnya, kegalauan Prabowo mulai dari elektabilitas masih di bawah Joko Widodo hingga isu logistik.
"Bukan hanya faktor cawapres yang bikin galau, saya melihatnya banyak faktor, terutama elektabilitas, logistik, dan dukungan partai yang membuat Prabowo galau," ujar pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN), Adi Prayitno kepada
Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (11/4).
Adi menambahkan kegalauan lain muncul jika Prabowo merekomendasikan tiket Capres kepada orang lain. Hal ini berakibat menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap Gerindra. Bahkan tidak menutup kemungkinan Gerindra ditinggalkan para loyalis pemilih partai berlambang kepala burung Garuda itu.
"Sepertinya Prabowo sedang menimbang maju tidaknya dalam pilpres," ujarnya.
Terkait dengan cawapres untuk Prabowo, Adi menilai sebaiknya Prabowo mengambil salah satu dari sembilan nama yang telah disosialisasi PKS. Namun jika kesembilan nama kader PKS tidak cocok untuk mendongkrak elektabilitas, setidaknya masih ada dua nama yang cocok dipasangkan dengan Prabowo. Yakni Anies Baswedan dan Gatot Nurmantyo.
"Sepertinya PKS akan
legowo karena sejak awal PKS sudah dekat dengan kedua tokoh itu terutama sejak kisruh Pilkada Jakarta," pungkasnya.
[nes]
BERITA TERKAIT: