Dalam kesempatan tersebut, ia melontarkan harapannya terhadap Bawaslu agar dapat menjadikan momentum ini sebagai pijakan yang kuat bagi Bawaslu dalam menjalankan fungainya di setiap rangkaian pemilu ke depan.
"Di usia Bawaslu yang ke 10 ini, saya percaya teman-teman Bawaslu pasti akan mempersiapkan pijakan yang kuat," ujar Arief di Kantor Bawaslu, Jl. MH. Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (8/4).
Pijakan Bawaslu tersebut menurut penilaiannya terdiri dari tiga pijakan diantaranya pijakan regulasi, personil, hingga pelibatan masyarakat. Diharapkan pijakan yang sudah dipersiapkan tersebut dapat diperkuat dan dipersolid lagi ke depannya.
"Bawaslu sekarang dalam pelaksanaan pemilu jauh lebih melibatkan partisipasi masyarakat secara aktif, nah ini menjadi modal agar tahap berikutnya biasanya nanti menjadi lebih kuat menjadi solid," paparnya.
Pimpinan KPU ini juga mengharapkan agar peringatan #1dasawarsa Bawaslu ini dapat dijadikan momentum untuk membuka partisipasi masyarakat lebih luas lagi.
"Yang paling penting, peringatan dasawarsa ini dijadikan bagian dari momentum untuk membuka lebih luas partisipasi masyarakat, makanya acaranya dilakukan tidak di ruang tertutup, tapi dilakukan di ruang terbuka, itu harus memudahkan masyarakat untuk mengakses serta melibatkan dirinya dalam setiap tahapan-tahapan pengawasan pemilu," imbuh Arief.
[rus]
BERITA TERKAIT: