Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Arief Poyuono menyebu bahwa deklarasi capres itu urung dilakukan karena Prabowo khawatir terjadi kriminalisasi terhadap partai pengusung selain mereka. Termasuk kriminalisasi terhadap calon wakil presiden pendamping Prabowo itu.
Namun demikian, Arief tak menyebut secara spesifik pihak mana yang bakal melakukan kriminalisasi.
"Akan ada kriminalisasi jika (Gerindra) cepat-cepat umumkan parpol dan Ccwapres yang akan mengusung Prabowo oleh pihak lawan nantinya. Jadi kita main tarik ulur saja," katanya, Sabtu (7/4).
Meski begitu, Arief menegaskan bahwa Gerindra sama sekali tidak khawatir jika upaya kriminalisasi itu ditujukan ke partainya. Belum dideklarasikannya Prabowo sebagai capres, menurut dia, karena Gerindra menunggu momentum yang tepat. Termasuk, harus melalui pembicaraan matang dengan rekan koalisi pengusung.
“Kalau sudah saatnya nanti, kita deklarasi dan langsung daftar. Jangan nanti kayak Parpol warna biru yang udah mulai ketakutan kasus-kasus korupsinya dibongkar," ujar Arief.
[ian]
BERITA TERKAIT: