Begitu kata Ketua Komisi IX DPR Dede Yusuf kepada
Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (4/4).
"Kita kroscek lebih banyak data keberhasilnya atau gagalnya dari dr Terawan menggunakan metode cuci otak ini," tanyanya.
IDI memecat dr Terawan karena masalah metode cuci otak yang dianggap belum bisa dibuktikan secara umum. Padahal dr Terawan sudah menerapkan metode ini sejak 2006 dan banyak pasien yang berhasil disembuhkan.
"Jika data membuktikan lebih banyak berhasilnya, maka saya kira dr Terawan layak dikembalikan lagi keanggotaannya dan metodenya dipakai," beber politisi Demokrat tersebut.
Soal metode, Dede Yusuf menyatakan bahwa dr Terawan sudah mengangkat metode ini dalam disertasi kedokterannya. Untuk itu, ia meminta IDI memberikan kesempatan kepada Terawan untuk menjelaskan mengenai metode yang dipakainya itu.
"Jadi kami meminta kepada IDI agar dr Terawan diberikan hak menjawab untuk menjelaskan metodenya," pungkas dia.
[ian]
BERITA TERKAIT: