"Apakah saya bersedia menjadi cawapres seperti yang muncul di dalam radar analisis dan survei-survei. Jawaban saya konsisten yakni, saya tidak ingin, tetapi bukan tidak bersedia jadi cawapres," ujarnya di akun
Twitter @mohmahfudmd, Kamis (15/3).
Mahfud menjelaskan bahwa dirinya selama ini tidak pernah menawarkan diri untuk menjadi cawapres, seperti memasang baliho, meminta dimasukkan ke dalam survei, bahkan melobi kepada parpol.
"Itu artinya saya tidak ingin. Tetapi tidak ingin bukan berarti tidak mau. Kalau mengatakan tidak mau itu sombong," sambungnya.
Sementara disinggung mengenai komunikasi dengan partai politik, Mahfud menyebut bahwa dirinya sudah menjalin komunikasi secara informal. Namun, komunikasi formal tidak ada.
"Apa saya bersedia jadi cawapres? Jawaban saya tetap, saya tidak ingin tapi bukan tidak mau," tukasnya.
"Kalau bilang ingin saya bisa dinilai tak tahu diri tapi kalau bilang tidak mau bisa dinilai sombong dan tak nasionalis," tutup Mahfud.
[ian]
BERITA TERKAIT: