Ketua DPC Partai Gerindra Jakarta Timur, Adi Kurnia Setiadi mengatakan jangan sampai keberadaan PKL justru mengganggu kepentingan umum dengan berjualan di ruang publik.
Adi mengharapkan ruang publik di Jakarta Timur, seperti pedestrian, taman dan jalan raya terbebas dari PKL.
"Solusinya ya harus ada lokasi penampungan yang layak dan strategis supaya mereka tidak lagi berdagang di lokasi terlarang," ujar Adi saat menemani Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno blusukan ke Pasar Perumnas Klender, Jumat (2/3).
Adi juga mendorong Pemprov DKI dan PD Pasar Jaya membersihkan praktik pungli maupun premanisme. Pasalnya dia mengaku kerap memperoleh pengaduan dari para pedagang pasar yang kerap dipungkiri oknum yang mengaku-ngaku petugas pasar.
Kutipan yang diminta dari para pedagang jumlahnya bervariasi, antara Rp 2000-Rp 5000.
"Pungli dan premanisme harus diberantas," tegas Adi.
Diketahui, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno bersepeda dari rumahnya di daerah Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, menuju Pasar Perumnas Klender, Jakarta Timur, bersama Wali Kota Jakarta Timur Bambang Musyawardana dan Ketua DPC Partai Gerindra Jakarta Timur, Adi Kurnia Setiadi.
Ketika tiba di pasar, sejumlah PKL melancarkan protes terhadap Sandiaga karena direlokasi ke dalam pasar.
"Tadi sempat mampir di Pasar Perumnas Klender, kami dialog dengan pedagang kaki lima yg sudah kami tata dengan baik. Ada yang masih belum bisa menerima, tapi tadi ada dialog dengan Dirut PD Pasar Jaya. Kami harapkan ada solusi ke depan," kata Sandi.
Sandi menjelaskan, pedagang Pasar Perumnas Klender sudah 20 tahun mengokupasi badan jalan. Warga sekitar merasa keberatan karena keberadaan mereka menghalangi sinar matahari.
Akhirnya, pedagang direlokasi ke dalam pasar. Para pedagang protes dengan relokasi tersebut. Sandiaga mengatakan, para pedagang lama-lama akan menerima hal itu.
"Kami bersama-sama Pak Wali, Pak Camat, Pak Lurah, sepakat sama warga, akhirnya direlokasi ke lantai 1 dan 2. Diharapkan jadi sebuah penataan yang pelan-pelan diterima juga oleh para pedagang," kata Sandi.
[dem]
BERITA TERKAIT: