Luhut mengungkapkan, diÂrinya sengaja mengajak orang nomor satu di IMF itu berkunÂjung ke TPI Cilincing untuk memperlihatkan kondisi nyata perekonomian di Tanah Air.
"Bu Lagarde juga sangat conÂcern akan hal ini (ekonomi rakyat). Dia tidak mau kita ceritakan hanya yang baik-baik. Kami ingin tunjukkan apa yang ada di bawah. Sebelumnya sudah level atas dan menengah. BiarÂlah beliau membuat kesimpulanÂnya sendiri tentang Indonesia," jelas Luhut.
Pada kesempatan ini, Luhut menegaskan, pemerintah tidak ingin meminjam dana dengan kedatangan Lagarde. Namun demikian, pemerintah tetap membutuh bantuan IMF.
"Peran IMF bagi Indonesia sekarang hebat. Kita tidak lagi meminjam uang, tapi kita sangat membutuhkan asistensi yang diberikan IMF untuk mendisiÂplinkan bangsa dan pemerintah kita, juga untuk mempromosikan kehebatan perekonomian IndoÂnesia sekarang," ujarnya.
Managing Director IMF ChrisÂtine Lagarde mengaku gembira bisa melihat pergerakan ekonomi Indonesia dari atas hingga ke bawah. "Saya senang dan meÂmang inilah aktivitas ekonomi yang sebenarnya," ujarnya.
Lagarde juga mengapresiasi banyaknya perempuan yang terlibat dalam aktivitas ekonomi di TPI.
"Saya paling suka hal ini, dan saya akan terus perjuangÂkan kekuatan wanita di dunia," tuturnya.
Lagarde sempat menitipkan pesan kepada para nelayan agar bisa menjaga lingkungan denÂgan tidak membuang sampah sembarangan. Menurut dia, laut yang tercemar sampah plastik akan mengakibatkan ekosistem ikan terganggu dan berdampak kepada manusia.
"Saya merupakan orang yang cinta dengan air. Buat saya air bagai seekor ikan yang sangat berharga sekali dan kita harus bisa menjaga laut karena itu merupakan kehidupan," imbuhnya.
Sebelumnya, Lagarde diajak Presiden Jokowi mengunjungi Pasar Tanah Abang. Hal ini diÂlakukan Presiden untuk menunÂjukkan ke Lagarde mengenai kegiatan usaha kecil dan menengah (UKM) di Indonesia. Dalam kunjungan itu, Lagarde melakukan dialog dengan pedaÂgang dan membeli beberapa baju sebagai kenang-kenangan.
Lagarde secara umum meÂmandang perekonomian IndoÂnesia cukup positif. Indonesia dianggap mengalami kemajuan yang cukup pesat di bidang teknologi. Selain itu, berhasil menurunkan kemiskinan selama dua dekade terakhir. ***
BERITA TERKAIT: