Luhut: RI Butuhkan IMF Buat Disiplinkan Bangsa

Ajak Lagarde Blusukan Ke Cilincing

Kamis, 01 Maret 2018, 11:56 WIB
Luhut: RI Butuhkan IMF Buat Disiplinkan Bangsa
Luhut Binsar Pandjaitan/Net
rmol news logo Menteri Koordinator (Men­ko) Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, kemarin, mengajak Managing Director Interna­tional Monetary Fund (IMF) Christine Lagarde blusukan ke Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Cilincing, Jakarta Utara. Ked­uanya tiba sekitar pukul 07.00 WIB. Lagarde datang menggu­nakan blazer berwana abu-abu dipadu syal berwarna merah marun. Sedangkan, Luhut meng­gunakan kemeja berwana putih. Di lokasi, Lagarde melakukan dialog dengan nelayan.

Luhut mengungkapkan, di­rinya sengaja mengajak orang nomor satu di IMF itu berkun­jung ke TPI Cilincing untuk memperlihatkan kondisi nyata perekonomian di Tanah Air.

"Bu Lagarde juga sangat con­cern akan hal ini (ekonomi rakyat). Dia tidak mau kita ceritakan hanya yang baik-baik. Kami ingin tunjukkan apa yang ada di bawah. Sebelumnya sudah level atas dan menengah. Biar­lah beliau membuat kesimpulan­nya sendiri tentang Indonesia," jelas Luhut.

Pada kesempatan ini, Luhut menegaskan, pemerintah tidak ingin meminjam dana dengan kedatangan Lagarde. Namun demikian, pemerintah tetap membutuh bantuan IMF.

"Peran IMF bagi Indonesia sekarang hebat. Kita tidak lagi meminjam uang, tapi kita sangat membutuhkan asistensi yang diberikan IMF untuk mendisi­plinkan bangsa dan pemerintah kita, juga untuk mempromosikan kehebatan perekonomian Indo­nesia sekarang," ujarnya.

Managing Director IMF Chris­tine Lagarde mengaku gembira bisa melihat pergerakan ekonomi Indonesia dari atas hingga ke bawah. "Saya senang dan me­mang inilah aktivitas ekonomi yang sebenarnya," ujarnya.

Lagarde juga mengapresiasi banyaknya perempuan yang terlibat dalam aktivitas ekonomi di TPI.

"Saya paling suka hal ini, dan saya akan terus perjuang­kan kekuatan wanita di dunia," tuturnya.

Lagarde sempat menitipkan pesan kepada para nelayan agar bisa menjaga lingkungan den­gan tidak membuang sampah sembarangan. Menurut dia, laut yang tercemar sampah plastik akan mengakibatkan ekosistem ikan terganggu dan berdampak kepada manusia.

"Saya merupakan orang yang cinta dengan air. Buat saya air bagai seekor ikan yang sangat berharga sekali dan kita harus bisa menjaga laut karena itu merupakan kehidupan," imbuhnya.

Sebelumnya, Lagarde diajak Presiden Jokowi mengunjungi Pasar Tanah Abang. Hal ini di­lakukan Presiden untuk menun­jukkan ke Lagarde mengenai kegiatan usaha kecil dan menengah (UKM) di Indonesia. Dalam kunjungan itu, Lagarde melakukan dialog dengan peda­gang dan membeli beberapa baju sebagai kenang-kenangan.

Lagarde secara umum me­mandang perekonomian Indo­nesia cukup positif. Indonesia dianggap mengalami kemajuan yang cukup pesat di bidang teknologi. Selain itu, berhasil menurunkan kemiskinan selama dua dekade terakhir. ***

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA