Purbaya Tegaskan Indonesia Tak Perlu Pinjaman IMF di Tengah Gejolak Global

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/alifia-dwi-ramandhita-1'>ALIFIA DWI RAMANDHITA</a>
LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA
  • Kamis, 16 April 2026, 13:50 WIB
Purbaya Tegaskan Indonesia Tak Perlu Pinjaman IMF di Tengah Gejolak Global
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: Dok Kemenkeu)
rmol news logo Pemerintah Indonesia menegaskan tidak membutuhkan bantuan pembiayaan dari Dana Moneter Internasional (IMF) meskipun dunia tengah diliputi ketidakpastian akibat konflik di kawasan Teluk.

Hal ini disampaikan Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, usai bertemu Managing Director IMF, Kristalina Georgieva, dalam ajang IMF Spring Meetings 2026 di Amerika Serikat, Rabu 15 April 2026 waktu setempat. 

Menurut Purbaya, kondisi fiskal Indonesia masih cukup kuat untuk menghadapi tekanan eksternal tanpa harus bergantung pada pinjaman lembaga internasional. Salah satu penopangnya adalah Saldo Anggaran Lebih (SAL) yang mencapai sekitar Rp420 triliun.

“IMF menyediakan dana bantuan untuk negara-negara yang membutuhkan. Tentu saja Indonesia tidak membutuhkan, karena negara kita cukup baik dan kita masih punya bantalan yang cukup besar, yaitu Rp420 triliun yang saya bilang sebelumnya,” ujar Purbaya di Washington DC, Kamis (16/4/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Purbaya juga menilai IMF belum memiliki kebijakan khusus untuk merespons ketidakpastian global yang berkepanjangan. Lembaga tersebut bahkan memproyeksikan kondisi global masih akan diliputi ketidakpastian karena konflik yang belum mereda.

Di sisi lain, Purbaya memanfaatkan momentum tersebut untuk memaparkan arah kebijakan fiskal Indonesia. Ia menegaskan bahwa sejak akhir 2025, pemerintah telah melakukan penyesuaian strategi ekonomi guna memperkuat daya tahan nasional.

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi Indonesia justru menunjukkan percepatan di tengah tekanan global, termasuk dampak konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Salah satu langkah utama yang ditempuh pemerintah adalah menjadikan APBN sebagai peredam guncangan (shock absorber). Pemerintah juga memastikan harga BBM bersubsidi tetap stabil hingga akhir tahun.

“Ya, mereka agak bingung tadinya sebetulnya. Mengapa kita bisa bertahan di tengah keadaan global yang seperti ini. Tapi, saya jelaskan bahwa memang kami sudah merubah kebijakan sejak akhir tahun lalu dan dampaknya sudah jelas. Jadi ekonomi kita sedang mengalami percepatan ketika ada tambahan shock dari ketidakpastian global dari harga minyak yang tinggi,” tuturnya.

Selama kunjungan tersebut, Purbaya juga melakukan serangkaian pertemuan dengan investor global, lembaga multilateral, hingga lembaga pemeringkat internasional, seperti Goldman Sachs Asset Management, Fidelity Investments, Bank Dunia, dan S&P Global Ratings, dalam rangka partisipasi Indonesia pada IMF–World Bank Spring Meeting 2026. rmol news logo article
EDITOR: RENI ERINA

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA