Dalam survei teranyar yang dirilis Populi Center, elektabilitas Joko Widodo bahkan sudah berada di atas 50 persen. Jokowi dalam sebuah pertanyaan terbuka kepada responden mengenai siapa nama calon preside yang akan dipilih, mendapat elektabilitas 52,8 persen.
Sementara pesaing terdekat Jokowi, Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto berada di urutan kedua dan memiliki selisih dukungan yang terpaut jauh. Prabowo hanya mendapat dukungan sebesar 15,4 persen.
"Jokowi masih menduduki peringkat pertama dengan 52,8 persen, meski ada sedikit penurunan (dari survei tahun lalu) tapi tidak signifikan," ujar peneliti Populi Center, Hartanto Rosojati di Slipi, Jakarta Barat, Rabu (28/2).
Uniknya, dalam survei ini elektabilitas Jokowi cenderung fluktuatif sejak Oktober 2015. Saat itu, elektabilitas Jokowi berada pada posisi 36,6 persen. Elektabilitas Jokowi kemudian naik pada Agustus 2017 ke angka 52,8 persen dan turun saat Oktober 2017 dengan elektabilitas 49,4 persen.
"Desember 2017 naik di angka 54,9 persen dan turun di bulan ini jadi 52,8 persen," ujarnya.
Sementara elektabilitas Prabowo Subianto cenderung menurun sejak Oktober 2015. Saat tu, elektabilitas Prabowo 24,3 persen kemudian turun pada Agustus 2017 ke angka 23 persen. Prabowo kembali turun di Oktober 2017 dengan 21,7 persen.
"Desember 2017 naik 18,9 persen dan kembali turun pada 15,4 persen," tukasnya.
Elektabilitas Gatot sama dengan elektabilitas yang dimiliki Ketua Komando Satuan Tugas Bersama Pemenangan Pemilu Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Survei digelar di 120 kecamatan yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia pada 7 hingga 16 Februari 2018. Ada 1.200 responden yang diwawancara dengan metode multistage random sampling.
Magin of error survei plus minus 2,89 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. Proporsi gender dalam survei ditentukan 50:50.
[ian]
BERITA TERKAIT: