Kartu Kuning Zaadit Mendelegitimasi Semua Kartu Jokowi

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widian-vebriyanto-1'>WIDIAN VEBRIYANTO</a>
LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO
  • Rabu, 07 Februari 2018, 23:30 WIB
rmol news logo Kartu kuning yang diacungkan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI) Zaadit Taqwa kepada Presiden Joko Widodo merupakan bentuk luapan kekecewaan.

Pengamat politik UI Rocky Gerung menilai bahwa Zaadit ingin menerobos dinding-dinding yang tengah dibuat pemerintah untuk membatasi ruang gerak aktivis saat ini.

"Saat ini, kita hidup di saat orang mau membatasi kita dan mahasiswa itu (Zaadit) ingin menerobos. Ini seperti bom atom di Hiroshima yang membuat orang berpikir, oh ternyata (gerakan mahasiswa) masih ada," jelasnya dalam diskusi yang digelar PAN di Kantor DPP PAN di Jalan Senopati, Jakarta, Rabu(7/2).

Dia bahkan menyatarakan aksi Zaadit ini dengan kartu amanat rakyat yang pernah dibuat oleh Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais saat masa reformasi.

Bagi Rocky, aksi Zaadit mengacungkan kartu kuning ke Jokowi ini juga bisa dibaca bahwa kartu-kartu yang selama ini dikeluarkan oleh pemerintah percuma dan tidak mensejahterakan masyarakat.

"Kartu kuning Zaadit itu mendelegitimasi semua kartu-kartu Jokowi," tukasnya.[dem]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA