"Saya pikir itu nggak apa-apa. Banyak unsur subjektivitas," kata Nurul seperti diberitakan
RMOLJabar, Selasa (26/12).
Sementara, pendamping Nurul di Pemilihan Walikota (Pilwalkot) Bandung 2018, Chairul Yaqin Hidayat dengan tegas menyatakan tidak percaya sepenuhnya dengan lembaga survei yang merilis elektabilitas figur-figur di Pilwalkot Bandung.
"Terus terang saya nggak percaya sepenuhnya," tegas Rully sapaan akrabnya.
Menurut Rully, lembaga yang melakukan survei menjelang pilkada memiliki banyak tujuan. Baik itu murni semata untuk mengetahui kondisi terkini peta politik, hingga survei tersebut pesanan seseorang untuk mengangkat salah satu calon.
"Jangan dilihat survei itu langsung dipercaya," ucap Rully.
Dalam survei CIGmark, nama Nurul Arifin yang hanya memiliki elektabilitas 5,5 persen. Dia kalah dari Oded M Danial di urutan puncak dengan 27,3 persen. Menyusul di posisi dua dan tiga, Ayi Vivananda, M Farhan yang terpaut cukup jauh yakni 8,1 dan 8 persen.
[ian]
BERITA TERKAIT: