Kecam Pidato Trump, Din Usul Yerusalem Jadi Kota Suci Internasional

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widian-vebriyanto-1'>WIDIAN VEBRIYANTO</a>
LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO
  • Kamis, 07 Desember 2017, 12:29 WIB
Kecam Pidato Trump, Din Usul Yerusalem Jadi Kota Suci Internasional
Din Syamsuddin/Net
rmol news logo Prakarsa Persahabatan Indonesia-Palestina (PPIP/Indonesia-Palestine Friendship Initiative) turut mengecam keras dan menolak Yerusalem dijadikan ibukota Israel, seperti dalam pidato Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Trump ingin selanjutnya Kedubes AS dipindahkan ke Yerusalem.

"Keputusan tersebut merupakan bentuk agresi, provokasi, dan radikalisme yang nyata," kritik Ketua PPIP yang juga Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia, M. Din Syamsuddin melalui keterangan tertulisnya, Kamis (7/11).

Pernyataan Trump tersebut juga membuka dan membuktikan kedok standar AS selama ini yang tidak bersungguh-sungguh menyelesaikan konflik Israel-Palestina secara berkeadilan. Dengan menjadikan Yerusalem ibukota Isreal jelas menurut dia, akan mematikan proses perdamaian yang telah berlangsung lama dan akan mendorong radikalisasi di kalangan umat Islam sebagai reaksi terhadap ketidakadilan global yang diciptakan AS.

PPIP mendesak Presiden Donald Trump untuk mencabut keputusannya itu, dan mendesak OKI untuk melakukan langkah politik dan diplomatik.

Din pun menyarankan sebaiknya Yerusalem dibagi dua, timur untuk Palestina, dan barat untuk Israel. Atau, Yerusalem dijadikan kota suci internasional bagi pemeluk tiga agama samawi yaitu Yahudi, Kristen, dan Islam.[wid] 

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA