Jurubicara Wakil Presiden, Husain Abdullah kemudian meluruskan kabar mengenai Hotel Sahid yang disebut milik Jusuf Kalla dan tengah diberi spanduk "tak bayar pajak" oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Pemerintah Kota Makassar.
"Saya perlu menjelaskan, tidak benar Pak Jusuf Kalla tidak bayar pajak atau hotel Pak Jusuf Kalla tidak membayar pajak. Karena yang dimaksud adalah Hotel Sahid Makassar. Namanya saja Hotel Sahid," jelasnya kepada
Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (28/9).
Namun begitu, ia membenarkan bahwa salah satu anak perusahaan Kalla Grup turut memiliki saham di hotel tersebut. Tetapi bukan pemilik saham mayoritas.
"Saham mayoritasnya milik Sahid. Pengelolaan atau manajemen Hotel Sahid sepenuhnya di bawah tanggung jawab Sahid Hotel Group, termasuk urusan keuangan," jelasnya.
Husain menjelaskan bahwa Jusuf Kalla semenjak menjabat sebagai pejabat negara sudah melepaskan diri dari manajemen Kalla Grup.
"Pak JK sendiri sejak menjabat sebagai menteri sudah melepaskan dari manajemen Kalla Group. Kalla Group adalah pembayar pajak terbesar di Sulsel. Sedangkan Pak JK hampir setiap tahun dinobatkan sebagai pembayar pajak teladan," tegasnya.
[ian]
BERITA TERKAIT: