"Saya setuju bahwa memang kita belum merdeka. Karena sekarang kita di era
proxy war," ungkap putri proklamator Bung Karno ini dalam acara pelantikan mahasiswa baru tahun akademik 2017/ 2018 program sarjana dan program pasca sarjana magister Ilmu Hukum Universitas Bung Karno (UBK), Sabtu (9/9).
Menurut dia, di tengah perkembangan pesat teknologi dan informasi,
proxy war sesungguhnya lebih pelik jika dibandingkan dengan perang pra kemerdekaan dulu. Sebab, di
proxy war kita tidak tahu siapa kawan dan siapa lawan.
Meski demikian, kata dia, untuk menangkal pengaruh buruk
proxy war itu, semua elemen bangsa, haruslah memegang teguh ajaran-ajaran Bung Karno. Kelima ajaran itu kata dia kemudian dituangkan dalam kurikulum pendidikan di UBK dan menjadi salah satu persyaratan utama untuk lulus sebagai sarjana dari UBK.
"Di UBK ada namanya Ajaran Bung Karno. Dalam Ajaran Bung Karno itu saya coba
break down lagi," jelasnya.
Setidaknya ada lima intisari dari ajaran Bung Karno. Pertama menurut dia adalah memahami ketahanan ideologi. Disitu para mahasiswa dituntut untuk betul-betul memahami bagaimana mempertahankan politik yang menegakan NKRI.
"Kedua, ketahanan pangan. Yaitu masalah ekonomi. Jangan seperti sekarang. Soekarno bilang kita harus berdikari. Tapi sekarang apa-apa kita bergantung pada asing. Sampai garam kita impor. Ini bertentangan dengan ajaran Seokarno," tambahnya.
Yang ketiga yakni ketahanan kesehatan. Dimana semua masyarakat Indonesia harus memiliki jiwa yang sehat dalam tubuh yang kuat. Hal itu menurutnya sangat dibutuhkan untuk membangun bangsa ini.
"
Mens sana in corpore sano," imbuhnya.
Keempat, lanjutnya, adalah ketahanan pendidikan. Yakni bagaimana kita menciptakan manusia yang unggul dalam bidang ekonomi, politik sosial dan budaya. Adanya UBK ujar Rachmawati salah satunya adalah untuk menegakan ketahanan pendidikan seperti yang diamanatkan dalam UUD 45 Pasal 31 Ayat 1.
"Yang kelima yaitu ketahanan kewarganegaraan. Negara kita luas sekali. Konon kalau dihitung panjang pantainya bisa mengelilingi bola dunia. Manusianya harus menguasai Bumi Pertiwi-nya sendiri. 250 juta penduduk harus menjadi tuan rumah dari tanah air ini," urai sosok yang karib disapa Mbak Rachma ini.
Dia berharap agar sekitar 700 ratus mahasiswa anyar yang baru dilantik itu dapat memahami semua ajaran Bung Karno tersebut.
"Kelimanya penting. Mudah-mudahan adik-adik bisa menangkap ajaran dari dosennya masing-masing plus ajaran Bung Karno," demikian Rachma.
[san]
BERITA TERKAIT: