PILKADA JABAR 2018

Golkar Buka Peluang Usung Dedi-Ridwan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Jumat, 08 September 2017, 22:28 WIB
Golkar Buka Peluang Usung Dedi-Ridwan
Foto: RM
rmol news logo Meski nama Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi santer digadang-gadang sebagai calon yang diusung Partai Golkar namun hal itu bisa saja berubah.

Sekretaris Partai Golkar Idrus Marham menjelaskan, pihaknya hingga saat ini belum memutuskan siapa yang bakal dicalonkan partai berlambang beringin dalam pemilihan Gubernur Jawa Barat pada 2018 mendatang.

Menurut dia, DPP Partai Golkar masih melihat perkembangan elektabilitas nama-nama yang muncul sebagai bakal calon gubernur di Jawa Barat. Mulai dari elektabilitas Ridwan Kamil, Deddy Mizwar dan Dedi Mulyadi. Terlebih dalam survei yang didapat pengurus partai, mulai ada pergerakan elektabilitas dari ketiga nama tersebut.

Dalam catatan hasil survei, Idrus menyebut nama Ridwan Kamil masih berada di posisi pertama sebagai calon Gubernur Jabar, meski elektabilitas Walikota Bandung itu turun. Sementara Dedi berada di posisi kedua dengan nilai yang unggul tipis dengan Deddy Mizwar di tempat ketiga.

Sebelumnya Idrus pernah menjelaskan dalam hasil survei nama Dedi sempat memperoleh suara tertinggi, namun hal itu jika Dedi dipasangkan sebagai wakil Ridwan Kamil.

"Meskipun sebelumnya sudah menyatakan bahwa pada prinsipnya partai Golkar akan mengedepankan kadernya, tapi kita ingin menang, maka kita cek pada rakyat melalui lembaga survei, dan itulah sebabnya kita masih tetap melakukan survei karena dua bulan ini, posisi dan elektabilitas calon yang ada di Jawa Barat itu betul-betul dinamis dan fluktuatif," ungkap Idrus saat ditemui di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Jumat (8/9).

Lebih lanjut, Idrus menjelaskan duet Dedi sebagai wakil Ridwan Kamil bisa saja terjadi jika hasil survei nantinya menghasilkan suara tertinggi bagi Dedi. Namun hal tersebut masih dikomunikasikan kembali, pasalnya Golkar menginginkan Dedi menjadi orang nomer satu di Jabar.

"Tentu nanti formula politik setelah kita menstimulasikan semua kemungkinan bisa terjadi. Tetapi dua minggu terakhir dengan survei yang ada, ada dinamika yang sangat cepat terjadi. Ridwan Kamil infonya itu agak turun kemudian Dedi Mulyadi naik, lalu Deddy Mizwar itu agak stagnan. Jadi perlu dicermati juga," demikian Idrus. [sam]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA