Begitu dikatakan Anggota Dewan Pers Nezar Patria dalam laman
Facebook pribadinya, Jumat (8/9).
Pernyataan Nezar ini berkaitan dengan pelaporan tulisan pemilik akun
Facebook bernama Dhandy Dwi Laksono oleh Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem) ke Polda Jawa Timur karena dianggap mengandung unsur sarkasme.
Nezar yang juga aktivis korban penculikan 1998 ini mengingatkan Masinton Pasaribu, sebagai Ketua Dewan Pimpinan Nasional Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem), supaya bisa bijak menyikapi persoalan tulisan Dhandy yang berjudul "San Suu Kyi dan Megawati" itu.
"Kita sama-sama berjuang dan berdarah-darah untuk ruang demokrasi ini, dan saya kira kita juga wajib merawat ruang ini agar rakyat bisa terus bebas dari rasa takut untuk berbicara ataupun berpendapat," tegas Nezar.
"Saya berharap Bung Masinton Pasaribu selaku Ketua Repdem bisa mengambil sikap dan langkah yang lebih bijak ketimbang mengadukan Dandhy Dwi Laksono ke polisi hanya gara-gara tulisannya dan menjeratnya dengan UU ITE, hate speech, atau lainnya," sambungnya.
Nezar tak menampik bahwa dia tidak melulu sependapat dengan Dhandy. Namun, untuk persoalan opini ini, dia pasang badan untuk Dhandy.
"Saya mungkin dalam beberapa hal tak sependapat dengan Dhandy, tapi haknya untuk bebas berpendapat dan berbicara akan terus saya bela dan siap berdiri di sampingnya. Seperti juga saya akan berdiri bersama Anda jika Anda mengalami hal yang sama," tandasnya.
[sam]
BERITA TERKAIT: