Anggota GMPG, Almanzo Bonara merasa malu Siti yang juga kader Golkar itu dijerat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena diduga menerima suap mulai bulan Januari sampai Agustus 2015, dengan total mencapai Rp5,1 miliar.
"Malu sebagai kader, bahwa Golkar yang memiliki jumlah kader mumpuni, memiliki kualitas, memiliki histori panjang membangun bangsa, tapi diisi kader-kader yang terjerat korupsi. Ini kan mengalami degradasi," jelas dia dalam surat elektronik yang diterima redaksi, Sabtu (2/9).
Almanzo khawatir, ditetapkannya Siti sebagai tersangka bakal menambah keterpurukan Golkar.
"Untuk itu kami mengangkat Golkar bersih, karena kami merasa Golkar ini dalam kondisi siaga, kalau tidak golkar akan tergerus suaranya dalam pemilu 2019," katanya.
Menurutnya, banyak kader yang dijerat KPK menjadi pekerjaan rumah yang harus menjadi perhatian pimpinan Golkar ke depan.
"Buat kami ya mereka harus legowo, ketika orang sudah salah harus lapang dada mundur, bertanggungjawab atas apa yang sudah diperbuat, jangan lagi menutup tutupi," katanya.
Untuk diketahui, Selain Mashita, KPK juga menetapkan Wakil Direktur RSUD Kardinah Cahyo Supriadi sebagai tersangka pemberi suap.
Atas perbuatannya, Mashitah disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah UU nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.
Sementara, sebagai tersangka pemberi suap, Cahyo disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau Pasal 5 ayat 1 huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.
[sam]
BERITA TERKAIT: