Menurut Hatta pertemuan itu hanya sebatas tradisi antara pemimpin dengan keluarga bekas pemimpin di negeri ini.
"Apa yang dilakukan Agus, meminta restu kepada presiden, itu hal yang positif, dan presiden tentu sebagai kepala negara itu memberikan katakanlah restu dan arahan-arahan yang baik untuk generasi muda yang memang sedang mempersiapkan menata dirinya untuk menjadi pemimin masa depan," ujar Hatta saat ditemui seusai peresmian The Yudhoyono Institute di Ballroom Djakarta Theater, Jakarta Pusat, tadi malam.
"Jadi saya kira tidak ke arah situ (kursi kabinet untuk Agus)," sambung Hatta.
Lebih lanjut, besan Presiden ke-6 itu menilai, didirikannya The Yudhoyono Institut bisa menjadi wadah bagi pemikiran-pemikiran Susilo Bambang Yudhoyono yang syarat pengalaman.
Menurutnya, lembaga seperti ini sangat diperlukan dalam mempersiapkan generasi emasi Indonesia di tahun 2045 mendatang.
"Nah Agus sebagai anak muda, yang menjadi direktur eksekutif-nya, tentu bisa menjalankan ini dengan kemampuan dan tingkat intelektualitasnya, dan tentu leadership dan kepemimpinan yang baik, saya yakin ini bisa memberikan kontribusi yang besar, terutama bagi anak-anak muda," tutup Hatta.
[wid]
BERITA TERKAIT: