Pertemuan tertutup yang tidak masuk ke dalam agenda resmi kepresidenan itu juga dihadiri Wapres Jusuf Kalla.
Analisis politik dan HAM dari Labor Institute Indonesia, Andy William Sinaga mengatakan buruknya kinerja pembantu Jokowi-JK khususnya di bidang ekonomi, merupakan alasan untuk melakukan reshuffle kabinet.
"Tim ekonomi Jokowi-JK yang dikomandoi oleh Menko Perekonomian Darmin Nasution gagal dalam meningkatkan investasi dan perbaikan ekonomi," ujar Andy, Rabu (9/8).
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal kedua 2017 tumbuh 5,01 persen secara
year on year. Angka ini lebih rendah dari estimasi sebesar 5,08 persen. Adapun target pertumbuhan ekonomi sampai akhir tahun sebesar 5,2 persen.
Menurut Andy, pertumbuhan ekonomi yang meloyo ini menjadi salah satu alasan kuat Jokowi yang merupakan kader PDIP, akan melakukan kocok ulang kabinet.
Ia yakin, persiapkan Pilpres 2019 dan dorongan tim sukses Jokowi juga mempunyai andil dalam mendorong reshuffle.
"Melihat lamanya isu reshuffle bergulir. Bisa dipastikan reshuffle ini akan akan dilakukan secara besar-besaran," demikian Andy.
[rus]
BERITA TERKAIT: