"Saya mengutuk tindak kekerasan oleh Israel tersebut," kata Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Meutya Hafid melalui rilis tertulisnya, Minggu (23/7).
Menurut mantan jurnalis ini, Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) harus segera bertindak menghentikan kekerasan di Yerussalem karena tidak beralasan. Sebab, jelas dia, empat ibadah seharusnya menjadi tempat yang aman/berlindung dalam konflik. Apalagi, al-Aqsha merupakan salah satu tempat suci bagi umat muslim sedunia.
"Pembatasan ibadah bagi umat muslim di kompleks mesjid Al Aqsha dengan dalih apapun seperti pemasangan metal detector, harus segera dihentikan," ujarnya.
Untuk itulah, ia mendorong pemerintah Indonesia galang internasional agar kembali pada komitmen
two state solution atau solusi dua negara.
"Pembicaraan terkait two state solution harus kembali dibuka karena sempat terhenti sebelumnya dan merupakan solusi yang dapat meredam kekerasan yang terjadi," kata Ketua Bidang Luar Negeri DPP Partai Golkar ini mengakhiri.
Pada umat (21/7) lalu, tiga warga Palestina tewas saat bentrok dengan pasukan keamanan Israel di luar komplek Masjid Al Aqsa, Yerusalem. Bentrokan tersebut terjadi saat pasukan keamanan Israel membubarkan paksa aksi protes ribuan warga Palestina yang menentang pemasangan metal
detector di masjid itu.
[wid]
BERITA TERKAIT: