FKDT Ajak Santri Tidak Pilih Pemimpin Anti Madrasah

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Jumat, 21 Juli 2017, 23:32 WIB
FKDT Ajak Santri Tidak Pilih Pemimpin Anti Madrasah
Lukman Hakim/Net
rmol news logo Para pegiat madrasah dan pondok pesantren diserukan untuk tidak memilih calon pemimpin yang tidak mendukung madrasah.

Ketua DPP Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT), Lukman Hakim menilai bahwa para politisi yang tidak pro madrasah tidak layak jadi pemimpin.

"Saya mengimbau kepada para ustad, guru ngaji, serta pegiat madrasah dan pondok pesantren untuk tidak memilih pemimpin yang tidak dukung madrasah," seru alumnus UIN Walisongo Semarang ini, saat orasi di aksi damai tolak sekolah lima hari, di Jalan Pahlawan, depan Kantor Gubernur Jateng, Jumat (21/7).

FKDT bergabung dengan Koalisi Masyarakat Peduli Pendidikan (KMPP) menggelar aksi damai menuntut pencabutan Permendikbud 23/2017 karena dinilai akan melemahkan Madrasah Diniyah.

Pasalnya, Permen ini mengatur sekolah lima hari selama delapan jam. Sehingga, jika sekolah formal hingga jam empat sore, maka jam belajar di madrasah diniyah yang selama ini dijalankan sore hari tidak bisa dilakukan. Karena itu, ribuan santri madrasah, para ustadz dan kiai pondok pesantren menggelar aksi. Aksi dilakukan dengan terpaksa karena tuntutan secara baik-baik tidak direspon pemerintah.

Dalam orasinya, Lukman juga mengancam akan menggelar aksi serupa di Jakarta jika tuntutan mereka tidak segera diindahkan.

”Jika tuntutan kita tidak diindahkan pemerintah, apakah saudara siap jika harus turun aksi ke Jakarta?” tanya Lukman yang dijawab "siap" oleh pengunjuk rasa. [ian]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA