Dalam voting nanti, tidak hanya Fraksi Partai Golkar, PDIP, Nasdem, Hanura, dan PPP yang akan memilih paket A, Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang semula memilih paket D sebagai jalan tengah diyakini sudah merapatkan barisan untuk memilih paket A.
Kepastian itu sebagaimana diungkapkan Ketua Fraksi Partai Golkar, Robert Kardinal saat ditemui di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta.
"Kemarin kita sudah rapat enam fraksi, dengan PKB. Sementara minus PAN, mungkin kemarin masih berhalangan," jelasnya.
Adapun dalam pandangan mini fraksi di rapat kerja bersama pemerintah, Fraksi Partai Golkar dengan beberapa fraksi koalisi pemerintah lainnya, PDIP, Nasdem, Hanura, dan PPP memilih paket A dengan rincian Presidential Threshold 20-25 persen, Parlementary Threshold 4 persen, sistem pemilu terbuka, besaran kursi per dapil 3-10, metode konvensi suara saint lague murni.
PKB memilih paket D, yakni Presidential Threshold 10/15 persen, Parlementary Threshold 5 persen, sistem pemilu terbuka, besaran kursi per dapil 3-8, metode konvensi suara saint lague murni.
Sementara Fraksi Gerindra, PKS, dan PAN memilih Paket B, yakni Presidential Threshold 0 persen, Parlementary Threshold 4 persen, sistem pemilu terbuka, besaran kursi per dapil 3-10, metode konvensi suara kuota hare.
Terkait dengan perubahan sikap Fraksi PKB itu, Robert memastikan bahwa tidak ada negosiasi apapun yang mereka lakukan dengan partai yang dipimpin oleh Muhaimin Iskandar itu.
"Tidak ada nego apa-apa, kan dari awal koalisi pemerintah kan udah dukung pemerintah, masa lobi lagi," tegasnya, sembari mengungkap bahwa dalam pertemuan kemarin, PKB diwakili Ketua F-PKB, Ida Fauziah dan Sekretaris F-PKB Cucun Ahmad Syamsurijal.
[ian]
BERITA TERKAIT: