"Ada peningkatan DPT dan kelihatannya ada permainan yang terstruktur dan banyak yang menganggap penguasa sekaranglah yang melakukannya, karena memiliki kemampuan itu," jelas Ketua Pemenangan Pemilu Wilayah Sulawesi Partai Golkar Hamka B. Kady dalam keterangannya, Rabu (19/7).
Menurutnya, tambahan pemilih hingga di atas 30 persen terjadi di Kota Palopo, Kota Parepare dan Kabupaten Tana Toraja. Jumlah pemilih di Palopo meningkat dari 509 ribu sesuai DPT saat Pilpres 2014 menjadi 654 ribu.
"Selama DPT tidak benar maka masalah akan selalu ada. Mendagri harus turun tangan mengecek data yang dijadikan DPT itu sesuai dengan database yang ada di pusat, sebab DPT Sulsel luar biasa naiknya dan di luar nalar," ujar Hamka.
Sementara, penambahan pemilih di Kota Parepare terdapat sekitar 31 ribu dari 99 ribu total DPT saat Pilpres 2014. Di Toraja, jumlah pemilih mengalami kenaikan drastis sebanyak 56 ribu orang.
Jumlah pemilih Kota Makassar saat ini masih sama dengan jumlah DPT Pilpres 2014. Meski terjadi penambahan di satu kecamatan, namun jumlah pemilih di ibu kota Provinsi Sulsel tersebut tetap sebesar 1.005.446 orang.
"DPT bisa jadi sumber kecurangan. Harusnya mendagri, KPU, Bawaslu, KPUD dan Panwaslu melakukan antisipasi agar kecurangan karena DPT di Takalar terulang kembali," beber Hamka.
Dia menyebutkan bahwa berdasarkan pengalaman di Pilkada Takalar 2017 lalu, terdapat 14 ribu nama di DPT yang fiktif dan tidak sesuai dengan database alias siluman.
"Ini bisa saja terulang lagi karena pelakunya itu-itu juga. Dan sudah jadi rahasia umum pelakunya bisa penguasa, pemodal bahkan incumbent. Apalagi KPU dinilai tidak independen serta tidak diganti," papar Hamka.
Menurutnya, agar pilkada bisa berlangsung dengan baik maka dibutuhkan kejujuran dan profesionalisme semua pihak, termasuk Dinas Dukcapil setempat.
Hamka menyarankan, jika memang ada penambahan hendaknya data tersebut dipisahkan dan dikroscek secara ketat agar tidak muncul pemilih siluman.
"Kalau ada tambahan harusnya dikeluarkan dulu baru dibicarakan dan dicek secara cermat, bukan dimasukkan ke DPT. Oleh karena itu, saya juga mengimbau agar semua yang terlibat dalam Pilkada Sulsel memelototi masalah DPT yang begitu fantastis kenaikannya," pungkasnya.
Belakangan diketahui jumlah pemilih Sulsel meningkat drastis. Dibandingkan dengan DPT Pilpres 2014, tambahan pemilih saat ini mencapai 547 ribu atau naik sekitar 8,7 persen.
Data terbaru Komisi Pemilihan Umum menyebutkan total pemilih Sulsel per 2017 ini mencapai 6,8 juta dari 6,3 juta saat Pilpres 2014. Tambahan jumlah pemilih terjadi di 13 daerah, termasuk lima kabupaten yang akan menggelar Pilkada 2018. Jumlah pemilih di tujuh daerah penyelenggara pilkada lainnya tidak mengalami perubahan.
[wah]
BERITA TERKAIT: