"Saya tidak berani berkomentar banyak, masih kaget, masih kaget," katanya kepada wartawan saat ditemui di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (17/7).
Bakal calon Walikota Bandung ini enggan mengomentari, tetapi dia berjanji akan menjelaskan sikap partai setelah melihat langsung surat penetapan dari KPK.
"Kalau memang (benar Novanto tersangka), tentu kita prihatin. Ya, kita berharap yang terbaik dan tidak ada intervensi dari pihak manapun. Kita ikuti saja," lanjutnya.
Ditanya soal keberadaan Novanto yang juga Ketua DPR RI, dia bilang telah meninggalkan gedung parlemen.
"Bapak baru jalan, baru pulang," ujarnya.
Dia menolak jika Novanto disebut menjadi sakit akibat mendengar statusnya dinaikan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dari saksi menjadi tersangka kasus pengadaan KTP Elektronik (E-KTP).
"Kalau tadi sih beliau oke," sebut Nurul.
[ald]