"Petaka bagi rakyat Jateng bila Sudirman Said jadi dicalonkan. Rekam jejaknya ketika menjabat menteri ESDM membuktikkan keperpihakannya lebih besar kepada pihak asing," jelas Ketua Presidium Perhimpunan Masyarakat Madani (PRIMA) Sya'roni kepada redaksi, Senin (5/6).
Dia menjelaskan, dalam kasus Freeport misalnya, Sudirman Said menuruti kemauan perusahaan untuk terus mengekspor konsentrat, meski belum membangun smelter sebagaimana diperintahkan undang-undang. Dalam kasus Blok Masela, Sudirman Said bersikeras mengikuti kemauan untuk membangun kilang pengolahan gas di laut padahal sangat merugikan Indonesia.
Namun untungnya, rencana tersebut berhasil digagalkan Rizal Ramli yang ketika itu menjabat menko kemaritiman. Rizal Ramli berhasil meyakinkan Presiden Joko Widodo untuk memutuskan pembangunan kilang gas Masela dilakukan di darat.
"Atas rekam jejak ini dikhawatirkan bila Sudirman menjabat gubernur Jateng maka kekayaan alam Jateng bisa digadaikan kepada pihak asing," beber Sya'roni.
Sebelum bencana itu terjadi, dia menyarankan agar partai politik yang minat mencalonkan Sudirman Said untuk membatalkan niatnya.
Menurut Sya'roni, masih banyak putra-putri terbaik Jateng yang lebih layak diusung sebagai calon gubernur. Masih banyak putra-putri terbaik Jateng yang memiliki visi kerakyatan.
"Jangan sampai parpol menjadi pintu gerbang masuknya neolib di propinsi Jateng," tukasnya.
Nama Sudirman Said diajukan untuk maju di Pilkada Jateng 2018 oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla. Dengan langkah itu, JK dianggap ingin memainkan peran yang sama seperti di Pilkada DKI Jakarta dengan menjadi orang di balik layar dalam pencalonan Anies Baswedan.
Salah satu parpol yang berniat mencalonkan Sudirman Said yang lahir di Desa Slatri, Larangan, Brebes itu adalah Partai Amanat Nasional (PAN). Nama Sudirman Said pun dikabarkan masuk radar calon gubernur dari partai matahari terbit itu.
[wah]Â
BERITA TERKAIT: