"Tindak tegas ormas-ormas yang mengancam persatuan dan kesatuan. Pemerintah harus menegakkan hukum seadil-adilnya tanpa memandang latar belakang primordial tertentu," tegas Ketua Koorkom Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Universitas Negeri Jakarta Aan Yusufianto lewat siaran pers KCPJ.
Ketua Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia Wilayah Jakarta Pusat dan Barat (Kammi Pusbara) Izharuddin menilai, Indonesia yang rukun dan damai masih sekedar jargon yang terucap. Tanpa pernah bisa benar-benar diwujudnyatakan.
"Bangsa kita ternyata masih gemar mempersoalkan perbedaan suku dan agama. Harusnya sudah mempersiapkan diri menghadapi dunia global yang kian maju ini," imbuhnya.
Pesan lain ikut disampaikan Ketua Pengurus Cabang Himpunan Mahasiswa Buddhis Indonesia (Hikmahbudhi) Jakarta Timur Abhinyano. Keadilan sosial yang berdasarkan kemanusiaan yang adil dan beradab, menurutnya, akan terwujud jika sesama anak bangsa melihat perbedaan sebagai sebuah beban dan bukan kekayaan. Ini kelemahan sekaligus ancaman serius yang sedang dihadapi oleh bangsa Indonesia di usianya yang tidak belia lagi ini.
"Perkelahian sesama anak bangsa jelas tidak memberikan ruang kepada akal sehat untuk melihat secara objektif kebijakan-kebijakan pemerintah yang berpihak kepada rakyat. Kita tak punya kesempatan untuk mengkritisi kebijakan pemerintah yang tidak berpihak kepada rakyat karena kita sibuk mencari musuh," urainya.
[wid]
BERITA TERKAIT: