Padamu Negeri

 OLEH: <a href='https://rmol.id/about/jaya-suprana-5'>JAYA SUPRANA</a>
OLEH: JAYA SUPRANA
  • Minggu, 14 Mei 2017, 06:18 WIB
<i>Padamu Negeri</i>
Jaya Suprana/Net
TERBERITAKAN bahwa pada hari Kamis 11 Mei 2017, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menyapa para pendukungnya yang berada di halaman luar Markas Komando Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, melalui handy talkie yang didekatkan ke pengeras suara.

Dari dalam rumah tahanan Ahok mengimbau para pendukungnya untuk membubarkan diri. Ia pun menyatakan bahwa dirinya aman berada di markas Brimob. Kondisinya juga sehat dan baik-baik saja. Ia juga mengingatkan bahwa hari tersebut adalah hari raya Waisak. Oleh sebab itu, Ahok ingin para pendukungnya untuk membubarkan diri.  

Saya tidak hadir ketika peristiwa itu terjadi namun dari pemberitaan yang semoga bukan hoax , saya dapat menyimpulkan bahwa telah terjadi perubahan pada diri Ahok  ke arah positif dan konstruktif. Dengan menganjurkan para pendukungnya untuk membubarkan diri terbukti bahwa Ahok bersikap bijaksana maka tidak menginginkan para pendukungnya memubazirkan enerji lahir batin untuk berdemo di luar rumah tahanan di mana Ahok berada.

Dengan mengingatkan agar para pendukungnya tidak melakukan unjuk rasa pada hari raya Waisak membuktikan bahwa Ahok kini bersikap toleran maka menghormati dan menghargai agama orang lain yang beda dengan dirinya sendiri.

Ahok menginginkan agar unjuk raga simpati terhadap dirinya segera dihentikan demi menghormati hukum serta tidak memicu konflik sosial berkepanjangan makin memecah belah bangsa.

Fakta rekam jejak juga membuktikan bahwa akhir-akhir ini Ahok tidak lagi bersikap arogan dan mampu menahan diri untuk tidak melontarkan kata-kata kasar. Setelah vonis hakim , juga tidak terdengar Ahok mengucapkan kalimat-kalimat atau kata-kata yang rawan melukai perasaan orang lain.

Dalam dialog lewat sms japri dengan saya, Ahok sopan dan santun dalam berutur sms. Besar harapan saya bahwa Ahok juga berkenan menghentikan kebijakan yang tidak pernah dan tidak akan saya dukung yaitu menggusur rakyat secara melanggar hukum, hak asasi manusia, agenda pembangunan berkelanjutan, kontrak politik Jokowi dengan rakyat miskin, serta Pancasila dan UUD 1945.

Maka melalui naskah yang dimuat kantor berita politik Rakyat Merdeka Online ini, saya menyampaikan  penghargaan atas perkenan Ahok kini berupaya memperbaiki dirinya sendiri selaras dengan makna luhur Jihad Al Nafs yaitu menaklukkan diri sendiri.

Marilah kita bersama Basuki Tjahaja Purnama dan seluruh rakyat Indonesia segera menghentikan saling curiga, benci, hujat, fitnah yang jelas memecah belah bangsa  demi kembali saling mengerti, menghargai dan menghormati untuk bersatu padu saling bahu-membahu bergotong royong mengabdikan diri kepada Nusa dan Bangsa Indonesia selaras lirik lagu: Padamu Negeri kami berjanji , Padamu negeri kami berbakti, Padamu negeri kami mengabdi , Bagimu negeri jiwa raga kami. MERDEKA![***]


Penulis adalah warga Indonesia cinta Indonesia


Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA