“Kami setuju, terlebih semangatnya adalah perlindungan terhadap masyarakat, terutama dalam penyediaan sandang, pangan, dan papan. Khususnya isu papan, pemerintah memfasilitasi dan membantu rakyat yang rumahnya bocor melalui perbaikan dan revitalisasi, termasuk memberikan bantuan gentengisasi,” kata Ketua DPP PKB, Syaiful Huda, kepada wartawan di Jakarta, Jumat, 6 Februari 2026.
Huda menilai gebrakan Kepala Negara tersebut merupakan langkah terbaik untuk membantu masyarakat, mengingat masih terdapat sekitar 26 juta rumah yang tidak layak huni.
“Nah, program gentengisasi ini semangatnya merenovasi dan memugar rumah-rumah yang tidak layak huni, jumlahnya hampir 26 juta. Kebijakan Pak Presiden terkait gentengisasi memang sesuatu yang sangat dibutuhkan rakyat hari ini, terutama terkait isu perumahan,” ujarnya.
Huda menegaskan, proyek gentengisasi bukan sekadar gimik politik, tetapi upaya nyata membantu masyarakat memiliki rumah layak huni.
“Melalui program gentengisasi, kita berupaya mewujudkan rumah yang layak huni bagi rakyat,” pungkasnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto dalam pidatonya di Rakornas 2026 menggagas gerakan nasional penggantian atap seng dengan genteng. Kepala Negara menekankan keinginannya agar rumah-rumah di Indonesia menggunakan genteng yang lebih sejuk dan ramah lingkungan.
“Saya ingin semua atap di Indonesia menggunakan genteng. Gerakannya adalah proyek gentengisasi,” tegas Presiden Prabowo saat memberikan arahan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026, yang digelar di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Senin, 2 Februari 2026.
BERITA TERKAIT: