"Salahnya bunga itu apa pada mereka (buruh). Saya bertanya ini maksudnya apa?" kata Djarot usai menghadiri peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), di Lapangan IRTI Monas, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (2/5).
Ia mengaku heran dengan sikap para buruh yang mengekspresikan kebencian kepada dirinya dan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) melalui pembakaran karangan bunga.
Seharusnya, lanjut Djarot, May Day bisa dijadikan momentum dalam menyuarakan hak dan aspirasi mereka kepada pemerintah. Bukannya malah merusak sesuatu yang tidak mengganggu dan tidak ada kaitannya sama sekali dengan permasalahan buru.
"Harusnya kita lebih arif, santun, dan saling menghargai. Jangan kemudian mengumbar kemarahan," tukasnya seperti diberitakan
RMOLJakarta.
[ian]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: