
Tingkat emosional seseorang dapat berubah drastis apabila disinggung dengan isu suku, agama, ras, dan antar golongan (Sara). Apalagi dimanfaatkan dalam momentum pemilihan kepala daerah.
"Isu Sara ini sangat mudah dimainkan jika digabungkan dengan politik. Orang yang merasa kecewa atau emosinya gampang berubah," ujar sosiolog Devie Rahmawati kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (22/4).
Menurutnya, kondisi tersebut dapat dicermati dari hasil Pilkada DKI Jakarta. Teknisnya, tingkat kepuasan pasangan petahana Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat (Ahok-Djarot) berada di angka 70 persen. Namun, hal itu bisa dikalahkan oleh penantangnya pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno (Anies-Sandi).
Selain itu, isu Sara juga bisa lebih dimasifkan kepada masyarakat dari kalangan bawah, khususnya dengan tingkat ekonomi dan pendidikan rendah. Tujuannya agar gampang tersulut dengan isu tersebut.
"Hal ini terjadi di sejumlah wilayah. Polanya yang sama," imbuh Devie.
[wah]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: