Karena itu wajar kalau partai tersebut sejak dini sudah mendukung Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk maju kembali seperti disampaikan usai pengurus DPP PSI silaturahmi dengan Presiden Jokowi Kamis lalu.
"Karena 2019 Pilpres dan Pileg dilakukan serentak," jelas Peneliti dari Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Arya Fernandes saat dihubungi (Minggu, 16/4).
Dukungan partai politik peserta Pemilu terhadap figur yang kuat seperti Jokowi akan berpengaruh positif terhadap perolehan suara partai tersebut di Pemilu Legislatif.
"PSI tentu tidak punya tokoh internal kuat dapat meningkatkan awarnes publik partai itu sehingga butuh tokoh kuat untuk mendapatkan perhatian publik di luar partai," ungkapnya.
Bahkan menurutnya dukungan awal partai politik kepada calon presiden akan terasa dalam beberapa saat mendatang. Ini merupakan konsekuensi atas pelaksanaan Pilpres dan Pileg serentak di Pemilu 2019. "Kalau tidak ada figur kuat di partainya maka ini akan jadi tren politik," ujarnya.
Bagi Jokowi, Arya mengatakan akan mendulang manfaat besar sebab dari sisi medium kampanye tentu akan menguntungkan sebab dikampanyekan banyak partai.
"Misalnya partai usung Jokowi memasang spanduk banyak bisa sosialisasi lebih awal. Dari sisi jangkauan akan lebih besar apalagi diusung banyak partai. Tidak usaha bagi Jokowi repot-repot untuk kampanye karena sudah dikampanyekan partai," ujarnya.
Arya memprediksi usai pilkada putaran ketiga tahun 2018 mendatang, masyarakat kembali akan disibukkan dengan pelaksanaan Pilpres 2019. "Ini akan menjadi perhatian publik," tandasnya.
[zul]
BERITA TERKAIT: