Buruh menilai, pasangan petahana tersebut berhasil dan diharapkan terus melanjutkan program pembangunan di ibu kota. Untuk mendukung pasangan nomor urut dua itu, buruh KSPSI pimpinan Andi Gani Nena Wea dan KSBSI yang dipimpin Mudhofir membentuk tim pemenangan Relawan Buruh Sahabat Djarot.
"Mendukung Basuki-Djarot merupakan pilihan realistis dengan melihat program-program yang berpihak kepada kepentingan rakyat yang sudah dijalankan selama ini," kata Koordinator Relawan Buruh Sahabat Djarot Mustopo dalam jumpa pers di Cikini, Jakarta (Sabtu, 15/4).
Menurutnya, Relawan Buruh Sahabat Djarot sudah melakukan konsolidasi di lima wilayah DKI, dan melihat respons masyarakat sangat positif terhadap pasangan Ahok-Djarot. Mustopo berharap, pasangan tersebut tidak menyia-nyiakan kepercayaan yang diberikan.
"Kami mengingatkan kepada Basuki-Djarot agar terus serius melayani masyarakat dan tentu buruh Jakarta dengan program pendidikan, upah layak, pelayanan kesehatan, dan perlindungan terhadap perjuangan buruh," ujarnya.
Kendati demikian, buruh juga siap mengkritisi Ahok-Djarot bila melenceng saat memimpin Jakarta.
"Kalau pasangan ini tidak menjalankan program yang berpihak terhadap rakyat kami siap unjuk rasa sebagai sikap kritis," tambah Sutopo.
Koordinator Wilayah KSBSI DKI Jakarta Dwi Harto menambahkan, buruh sangat merasakan kebijakan Pemprov DKI selama lima tahun terakhir ini. Menurutnya, program Kartu Jakarta Pintar (KJP) dan Kartu Jakarta Sehat (KJS) berhasil menekan beban pengeluaran buruh.
"Jakarta saat dipimpin Jokowi dan Basuki mampu menaikkan upah buruh hingga 40 persen. Ini fakta yang tidak bisa kami pungkiri," paparnya.
Periode selanjutnya, Dwi meminta Ahok-Djarot membangun rumah susun untuk buruh di sekitar kawasan industri dan transportasi murah yang menjangkau kawasan industri. Selain itu, pasangan petahana juga diminta mampu menciptakan peluang kerja lebih banyak.
Dwi mengatakan, saat ini banyak buruh yang mengalami PHK (pemutusan hubungan kerja). Dengan lapangan kerja baru, para buruh diharapkan bisa kembali bekerja.
"Besar harapan kami kepada Basuki-Djarot. Karena itu pada Rabu 19 April semua buruh harus memilih pasangan ini," imbuhnya.
[wah]
BERITA TERKAIT: