"Ketiganya memiliki pandangan masing-masing menentukan pilihan politik pada pemilihan gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta," kata Ketua Forum Komunikasi Ulama dan Masyarakat (Forkum) Gus Sholeh di sela panggung hiburan rakyat yang digelar di Tanah Kusir, Jakarta (Sabtu (15/4).
Menurutnya, tiga kelompok masyarakat tersebut menjadi penentu siapakah pasangan gubernur yang akan memimpin Jakarta periode 2017-2022.
Gus Sholeh juga menilai bahwa kelemahan yang dimiliki pasangan petahana Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat (Ahok-Djarot) selama ini telah dijadikan senjata pamungkas untuk menyerang oleh lawan-lawan politiknya. Padahal, kalau tidak ada pengaruh-pengaruh berbagai agama pada ajang pilkada, pasangan tersebut diyakini bisa mengalahkan pasangan rival nomor urut tiga.
"Beda agama ini yang digunakan untuk mengalahkan Ahok dan Djarot," bebernya.
Karena itu, Gus Sholeh yang juga sahabat dari Ahok, melihat acara panggung hiburan rakyat sangat positif untuk menangkal serangan berbau agama dalam pelaksanaan pilkada. Bagaimanapun, perlu kepiawaian semua relawan dan tim sukses pasangan Ahok-Djarot untuk menangkis isu-isu tidak sedap.
"Ini adalah obat yang paling mujarab, menarik pemilih," tegasnya.
[wah]
BERITA TERKAIT: