Surat itu dikirim setelah rapat Badan Musyawarah (Bamus) pada Selasa (11/4) malam, minus dihadiri Wakil Ketua DPR, Agus Hermanto.
Dikonfirmasi soal ketidakhadirannya, Agus beralasan undangan rapat Bamus mendadak diterimanya.
"Udah jam 7 malam, saya dapat jam 6 habis magrib, setengah 7. Biasanya nggak mendadak. Kalau dari siang kita bisa
setting. Kebetulan pas saya ada acara juga kemudian saya sampaikan saya nggak bisa hadir," ujar Agus di gedung Nusantara III Senayan, Jakarta, Rabu (12/4).
Menurutnya pula, undangan rapat Bamus diterimanya via pesan singkat atau SMS (short messenger service). Sedangkan untuk undangan resmi melalui pesan whatsapp (WA).
Namun begitu, Agus mengatakan, dirinya belum bisa menanggapi lebih lanjut tentang surat protes tersebut. Menunggu perintah dari Fraksi Demokrat.
"Nanti sajalah. Yang terbaik saya klarifikasi dulu ke fraksi. Saya nggak datang, kita nggak tahu sejauh mana," tukasnya.
[wid]
BERITA TERKAIT: