Menurut anggota KY Farid Wadji, kasus itu menjadi bukti bahwa koruptor di Indonesia berkoordinasi dengan rapi untuk melawan upaya pemberantasan korupsi yang dilakukan KPK selama ini.
"Saya cukup prihatin akan kejadian ini. Dikarenakan siapapun bisa terjadi dan dialami oleh siapa saja, dikarenakan koruptor selalu berkoordinasi," jelasnya dalam jumpa pers bertajuk 'Temani Novel Baswedan' di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah Jalan Menteng Raya, Jakarta (Selasa, 11/4).
Farid menambahkan bahwa penyerangan kepada Novel tidak termasuk kasus kriminal biasa, melainkan ada kepentingan dan pesan-pesan tertentu di belakangnya.
"Kejadian yang dialami oleh Novel bukan sekedar permasalahan Novel saja dan bukan sekedar kejahatan kriminal saja," ujarnya.
"Seharusnya presiden ikut terusik atas kejadian ini. Mengingat pemberantasan korupsi merupakan Program Nawacita Presiden Jokowi," tegas Farid.
[wah]
BERITA TERKAIT: