Menurut Ketua Umum PBNU KH. Said Aqil Siroj, istighosah bertujuan untuk menyejukkan kondisi sosial-politik di ibu kota.
"Kami ingin warga tenang, Jakarta damai. Menjelang putaran kedua Pilkada DKI Jakarta, kami berharap suasana menjadi sejuk, bukan semakin panas dan meluap amarah," katanya di halaman Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta (Jumat malam, 7/4).
Kiai Said menjelaskan, momentum politik bukan untuk menciptakan keresahan di tengah masyarakat. Bukan juga untuk saling menyerang antar kelompok, apalagi memecah persatuan yang sudah dibangun selama ini. Sebab, perbedaan yang ada seharusnya menjadi rahmat dan disyukuri karena merupakan modal untuk saling mengenal, saling belajar, dan saling mengasihi.
"Nahdlatul Ulama sadar betapa politik seharusnya untuk mencari pemimpin yang paling baik, yang paling ahli. Bukan untuk memecah belah warga," ujarnya.
Istighosah yang digelar diharapkan dapat menebar gelombang kebaikan bagi warga Jakarta dan para elit politiknya. Dengan demikian, yang terjadi adalah kedamaian, bukan mencaci maki dengan isu etnis, agama dan tradisi.
"Nahdlatul Ulama mengimbau warga tetap fokus, tenang, dan tidak terintimidasi secara psikologis. Pilihlah pemimpin yang sesuai dengan nurani, selaras dengan kata hati," tegas Kiai Said.
[wah]
BERITA TERKAIT: