Ketua Forum Komunikasi Ulama dan Masyarakat (Forkum), Sholeh Marzuki menjelaskan, sebagai seorang pemimpin publik, Djarot patut dicontoh karena telah menunjukan keteladanannya.
"Djarot mempunyai kepribadian yang jujur, santun, sabar, pemaaf / tidak pendendam. H. Djarot dicaci maki disana disini, sampai-sampai cara kotor hingga pengusiran tapi beliau hanya balas dengan senyuman. Ini bukti kesabaran beliau berjuang untuk rakyat Jakarta,†kata dia dalam perbincangan di Jakarta, Kamis malam (6/4).
Putra Kyai Marzuki ini menegaskan, pembawaan tenang Djarot dalam menghadapi situasi apapun, menunjukan kualitas mentalnya baik.
"Para pendukung Basuki Djarot harus bisa teladani kesabaran Djarot. Dalam menghadapi semua ini, Djarot menerapkan konsep 'mati sajroning urip'. Sebuah ungkapan Jawa yang bermakna mati di dalam hidup. Artinya, nafsu, amarah, dendam, benci, kita matikan,†jelasnya.
Gus Sholeh berpesan kepada jamaahnya untuk selalu bersabar menghadapi intoleransi maupun intimidasi yang dilakukan pihak-pihak seberang.
"Duet Basuki Djarot ini sudah tepat, Djarot yang sabar dan Basuki yang tegas ambil keputusan. Keduanya teladani dakwah ulama nusantara dan para wali songo,†tandasnya.
[sam]
BERITA TERKAIT: