Ngaji Kebangsaan Bamusi Jaga Keutuhan NKRI

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widian-vebriyanto-1'>WIDIAN VEBRIYANTO</a>
LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO
  • Rabu, 05 April 2017, 10:52 WIB
Ngaji Kebangsaan Bamusi Jaga Keutuhan NKRI
Gus Nukman/Net
rmol news logo Program Ngaji Kebangsaan yang tengah gencar digelar Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) merupakan salah satu bentuk kegiatan mempertahankan keutuhan NKRI dari berbagai ancaman dan rongrongan yang belakangan kian massif.

"Termasuk dari ancaman kaum wahabi yang menghendaki sistem kekhilafahan yang dipaksakan mereka di bumi nusantara ini," kata KH Muhammad Nukman Basori saat menyampaikan ceramah di Jalan Pondok Jaya, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan (Selasa, 4/4).

Menurut Gus Nukman, yang juga Ketua PP Bamusi, sejak zaman revolusi paham wahabi sudah masuk ke bumi nusantara. Makanya, Presiden Soekarno mengatakan bahwa ummat Islam Indonesia seharusnya mempunyai pandangan lebih maju 1.000 tahun ke depan, dan bukan malah mundur 1.000 tahun ke belakang. Artinya, kalau mau Islam maju dan bisa diterima oleh semua golongan maka Islam tidak perlu alergi terhadap kemajuan zaman serta kemajuan teknologi.

"Sepanjang kemajuan teknologi itu bermanfaat bagi ummat dan tidak merusak aqidah maka harus bisa diterima," kata Gus Nukman.

Bahkan, sambung Gus Nukman, ada hadits yang mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersaba agar mencari ilmu hingga ke negeri China. Artinya tidak ada batasan mempelajari ilmu pengetahuan hanya di bidang agama saja. Hal ini di maksudkan supaya ummat Islam selalu bisa mengatasi berbagai masalah dan persoalan terkini dengan mencarikan solusi melalui kajian dan bahasan seperti qiyas dan ijma' para ulama,

"Soekarno juga mengatakan bahwa mereka yang mempunyai pandangan yang sempit dan kolot yang tidak mau menerima pendapat orang lain dan yang selalu menyalahkan org yang berbeda pendapat dan dengan gampang mengkafir-kafir kan orang sebagai golongan Islam sontoloyo. Golongan Islam sontoloyo inilah yang malah merusak nama Islam sendiri karena mereka hanya memandang Islam dari kulitnya saja, bukan isinya," ungkap Gus Nukman. [ian]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA