Imbauan itu diutarakan pengasuh Pondok Pesantren Abdurrahman Wahid Soko Tunggal, Nuril Arifin Husein dalam sebuah diskusi di Jakarta, Jumat (17/3).
"Pilihan itu tidak bisa dipaksakan. Pilihan itu hak masing-masing," jelasnya.
"Saya dicap Kiyai Pendeta, tapi saya tidak pedulikan itu. Karena penilaian itu hanya dari Allah saja," sambung pria yang disapa Gus Nuril ini.
Untuk Pilkada DKI ini, Gus Nuril mengaku mendukung pasangan petahana, Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat.
"Saya disuruh untuk pilih Ahok tapi saya tidak mau, saya hanya memilih pemimpin Islam. Jadi saya coblos Djarotnya karena dia orang Jawa," jelasnya.
"Jadi kalau ada orang yang membersihkan kali dia baik tidak? Kalau menangkap korupsi kebaikan bukan? Jadi Ahok ini orang baik atau bukan?" demikian Gus Nuril.
[sam]
BERITA TERKAIT: